Islam Turun

Pernahkah kau bertanya: kenapa Islam diturunkan jauh di jazirah sana? Di tandus-gersang tanahnya. Di tempat di mana peradaban hegemoni-hegemoni besar dunia semasa. Jawabnya: Allahu a'lam--oh, tentu saja.
Namun, ada beberapa hikmah yang ditulis ulama. Setelah dikaji dan mengguna ilmu yang diberi karunia. Mengatakan: Mahabesar, Sang Pengatur Makar dan Rencana. Dan, mari... kita bagikan. Untuk tsaqafah umat, dzikir-dzikir harian jiwa.
Satu, alasan Islam diutus di Makkah, karena ia adalah tempat yang jauh dari dua raksasa. Imperium thagut yang berbahaya. Romawi. Persia. Ada juga daerah berpengaruh lain; Yunani, juga India. Jika Islam "diwahyukan" di antaranya, maka ia dapat hancur sebelum kokoh dan membesar. Dia bisa diserang dan diintimidasi. Padahal belum tiba waktu untuk bertahan dari perang. Makkah adalah tempat tercocok, "dilindungi" gurun, paling kondusif dan aman.
Dua, karena Makkah adalah tempat asing dan jauh dari jamah tangan dan pikir. Jika Islam turun di Romawi, ia bisa dianggap sempalan Nashrani. Sama halnya jika turun di Yunani, dapat dituding hasil kreasi atas mitologi. Atau India, atau Persia, yang menyembah api. Bila Islam turun di Makkah, maka klaim itu dengan mudah dihindari. Sebab geografis dan penduduk saat itu yang memang tak menganut kepercayaan sejenis-seperti.
Semua ketentuan Allah, wahai Teman, selalu ada rahasia besarnya. Kadang, kau tak mengerti, lebih sering nyaris frustasi. Namun, itu terjadi: karena kau terlalu sempit memandang KemahaanNya. Untuk takdir yang tak kau mengerti, belajarlah memahami: pengetahuan di dalam pikiran ini terlalu sempit. Dan kita berkubang dalam kedangkalan yang kotor dan malang. Sedang Allah, di atas sana, tahu tiap inchi dan hamparan. Di sisiNya keluasan dan kebijaksanaan. Kita belajar memandang langit dari sini, di atas tanah ini, dengan kepasrahan.





0 komentar:
Posting Komentar